Pre-pernikahan (Tips)

Kali ini, aku pengen cerita-cerita sedikit tentang persiapan pernikahanku kemarin, supaya blog-nya nggak wasted begitu saja setelah pernikahan terlaksana. Aku sebenarnya nggak terlalu expert dalam hal merencanakan event sebesar ini, khususnya di bagian "keuangan".. my bank account isn't improved much after the wedding, hehe.., but we're trying to save as much as we can.. for the future sake.

Kalo ngomongin pernikahan, emang banyak banget faktor A-Z yang nggak mungkin bisa disama-ratakan antar pasangan. Tapi, pada dasarnya, sebelum cari-cari vendor, hal yang paling utama dan musti di-set dari awal adalah: menentukan "besar"-nya pesta pernikahan yang akan diadakan. Sangat mungkin sekali ada perbedaan persepsi antara calon pengantin dan orangtua calon pengantin (nah loh!). Kalau hal yang paling awal sudah ditentukan, pasti selanjutnya akan jauh lebih mudah.. soalnya akan menentukan besarnya budget, venue yang masuk budget, vendor yang bisa dipilih, dan lain-lain.
(sumber gambar: Events by Natasha)
Aku coba jabarkan ya satu-satu, mungkin ada lebih kurangnya.. boleh loh ditambahin dan dikoreksi kalo ada yang nggak sesuai dengan pengalaman kalian..

1. Menentukan besar kecilnya acara

Hal ini perlu rembukan antara calon pengantin dan orangtua calon pengantin, soalnya biasanya acaranya akan melibatkan "reputasi" dan kepentingan banyak pihak. Kalau semua pihak punya kepentingan undangan yang banyak, maka pestanya nanti tentu akan jadi besar. 

Kebetulan pestaku kemarin dipisah jadi dua acara, yang mana orangtuaku lebih banyak undangan di pesta adat, sedangkan orangtua Yos dan Yos+aku lebih banyak undangan di pesta nasional. Jadi, cukup leluasa menentukan jumlah undangan dan jadinya nggak terlalu maksain jadi pesta gede-gedean - walaupun ujung-ujungnya jadi dobel repotnya karena dua kali naik pelaminan, hehehe.

Lalu, penting juga untuk tahu darimana "sumber dana" berasal..

2. Sumber dana

Nah kalau "besar"nya pesta sudah terbayang, pasti langsung tau dong siapa yang punya peranan besar dalam sumbangsih jumlah undangan. Kalau misalnya ternyata calon pengantin lebih vokal dalam menentukan jumlah undangan (yang misalnya ternyata jumlah undangannya 3/4 dari jumlah keseluruhan), ya lebih baik tahu diri untuk mengeluarkan uang dari kantong sendiri :D

Masalah dana dan sumbernya memang masalah yang agak sensitif untuk dibahas secara blak-blakan, apalagi statusnya semua masih 'calon' (calon suami, calon istri, calon mertua, calon besan, dll). Namun, keterbukaan seyogyanya dimulai sedari awal, daripada di tengah-tengah persiapan nanti saling todong sana-sini untuk membayar vendor yang entah siapa yang memutuskan dan memesan di awal; suasananya pasti nanti jadi tidak enak dan awkward..

3. Menentukan target dan menabung

Ini termasuk hal yang sulit buat aku, karena aku tidak pandai menabung dari sejak dulu (haha.. jujur..). Uang pasti abis entah kemana.. makanya aku perlu menentukan target menabung tiap bulan, untuk tahu berapa jumlah uang yang bisa aku tabung hingga hari pernikahan. Dari nominal target tabungan itu, aku jadi tahu "kemampuan"-ku saat memilih vendor.

Aku bikin tabel di Ms. Excel (dengan pengetahuan basic formula, untung masih inget dikit-dikit dari belajar komputer saat SMP), dan langsung ketauan nominal di akhir masa menabung.. Lalu aku bikin list vendor secara lengkap, harga-harganya, dan aku update setiap kali tanda tangan kontrak dengan vendor baru.. Nah, pastinya bisa keliatan apakah tabunganku cukup atau enggak untuk membayar semua pengeluaran pernikahan. Kalau misalnya ternyata minus, ya mau nggak mau musti kompromi dengan cari vendor yang lebih murah.. atau kompromi dengan menambah jumlah menabung tiap bulannya. It's my choice! Puji Tuhan sih, nominalnya nggak pernah minus (malah surplus dan bisa dipake buat honeymoon).. hehe.. membuktikan sebenernya kalo aku mau, aku bisa menabung dengan disiplin :)

4. Pilih-pilih vendor

Jangan ragu untuk sebar email ke berbagai macam vendor! Awalnya sih aku orangnya nggak enakan gitu, jarang follow up, dan membiarkan email-emailku tak berbalas. Tapi seiring berjalannya waktu, dan semakin mepet karena belum banyak vendor yang konfirm, aku akhirnya sedikit-sedikit mereduksi rasa "nggak enakan" dan mulai melancarkan jurus untuk terus-terusan nanyain progress atau balasan email dari vendor.

Jangan ragu juga untuk memutuskan untuk nggak memakai vendor tertentu, walaupun mereka sudah menyodorkan kontrak dan meminta konfirmasi kita. Yos dan aku termasuk orang-orang yang suka salah tingkah kalau menolak orang, makanya kami agak kerepotan di masalah tolak-menolak. Intinya sih, kuatkan hati dan tebalkan muka.. paling maksimal ya menolak lewat whatsapp atau email.. toh mereka juga usaha mencari klien dan kita sebagai klien punya hak untuk memilih-milih :)

5. List plus-minus

Masih melanjutkan tentang vendor.. sebaiknya kita punya list plus-minus yang bisa dipakai untuk merefleksikan kelebihan dan kekurangan dari vendor-vendor yang sudah kita hubungi. 

Entah kenapa, sepanjang persiapan pernikahan kemarin, aku maniak banget bikin list.. semuanya aku tulis di excel dan aku bikin tabel biar keliatan apple to apple; dan terus terang itu sangat membantu. Soalnya kalo nggak ditulis, dan cuma diinget-inget, kadang-kadang banyak poin yang missed. Coba deh, kamu sediakan waktu untuk membuat list perbandingan setiap vendor, bisa di kertas atau di laptop atau di ipad, your eyes will be wide open, dan rasanya lega banget langsung keliatan mana yang lebih oke.. Oh ya, dan kalau kita punya list yang tercatat (bisa diprint atau minimal bisa dilihat secara jelas di layar laptop), hal ini akan lebih mudah dijadikan bahan diskusi dengan pasangan atau orangtua.. :)

6. Siapkan folder khusus print out / dokumen

Aku meniru Monica Geller yang sangat particular masalah organizing things, walaupun aku nggak segitunya amat sih, hehe.

Aku punya satu folder khusus yang isinya print out macam-macam dokumen. Awalnya sih cuma menyimpan gambar-gambar referensi yang kami suka dan juga print out wedding budget kami. Tapi lama-lama jadi keisi macam-macam dokumen penting, seperti dummy undangan, dummy souvenir, surat penawaran, price list, dan bahkan surat kontrak dengan vendor.

Dengan adanya folder ini, kami jadi kebantu banget untuk mencari dokumen-dokumen yang kadang-kadang suka secara nggak sadar aku selipkan di antara buku-buku. Pokoknya setiap terima sesuatu yang berhubungan dengan acara pernikahan, aku selalu masukkan di dalam folder ini, jadi nantinya nggak kalang kabut nyari kalau sedang butuh.

7. Bikin barchart

Persiapan pernikahan itu biasanya rentangnya "bulan", sehingga terkesan punya banyak waktu. Padahal kalau di-rundown --- catatan: kalau kamu bekerja Senin hingga Jumat --- satu bulan itu kita cuma punya 4 kesempatan mikirin pernikahan (yakni: weekend); dan itu terhitung nggak banyak waktu. Kalau untukku, lebih repot lagi, aku nggak bisa tiap weekend ngurusin pernikahan dikarenakan lokasi yang jauh, jadi musti bergantung pada email.

Nah, kemarin aku bikin barchart; sampai tanggal segini, harus udah konfirm apa aja.. sampai bulan segini harus udah bayar apa aja.. dst. Jadi, semuanya aku kontrol supaya nggak kebablasan kelupaan; dan kalaupun minta tolong sama Mama yang di Jakarta, sebisa mungkin aku ingetin tentang apa saja yang harus dilakukan sampai batas waktu tertentu.

8. Rajin blogwalking atau browsing

Baca-baca review dari pengalaman orang tentang persiapan pernikahan mereka, amat sangat membuka mata. Awalnya sih aku cuma baca dari blognya Melur, tapi kemudian setiap aku nemu nama vendor baru, aku langsung googling dan buka blog lain yang punya review pribadi tentang vendor tersebut. Sebisa mungkin sih aku selalu maksimalkan penggunaan google, baik itu nyari alamat, nomer telepon, atau email.

Selain blogwalking, aku juga rajin baca-baca weddingku.com, walaupun aku nggak aktif-aktif banget, tapi aku lumayan jadi silent reader semua review yang relevan dengan persiapan pernikahanku. Ada beberapa vendor yang sukses aku temukan berkat weddingku.com, antara lain vendor undangan, MUA adat, MUA martumpol (acara pertunangan), dan dekorasi adat. Di forum WK juga banyak orang-orang yang bakal menjawab kalau kita mengajukan pertanyaan, pokoknya sangat aku rekomendasikan sign up di weddingku.com, bahkan sampe sekarang aja aku masih seneng baca-baca forumnya.. Hehe.

9. Follow your heart..

Last but not least, semua kembali lagi ke hati masing-masing. Walaupun review udah ciamik, tapi kalau hati berkata lain, saranku sih ikutin kata hati saja.

Aku sempet hampir kemakan review-review dan iming-iming harga lebih murah, tapi pada akhirnya aku ngikutin hati.. dan terbukti, aku nggak menyesal dengan keputusanku :)


---

Segitu aja tips-tips-nya, semoga berguna dan nggak semakin panik dalam persiapannya ya girls! Kalau menghadapi masalah, diselesaikan dengan sabar dan kepala dingin, supaya nggak jadi heboh dan merembet kemana-mana. If I can do it, you can do it as well! :)

xoxo,
n/y

Review: Pemberkatan & Adat

Hari pemberkatan sesungguhnya jauh (jauhhhhhh banget) lebih nervous daripada hari resepsi --- tentunya! Because this is the D-day, the true wedding day! Tadinya saya kira, saya bakal santai saja.. yang mana sangat nggak mungkin! :)) Ini hari dimana saya mengikat janji dengan satu orang pria untuk seumur hidup, gimana mau santai? Untungnya kepanikan cuma terjadi sebelum semua prosesi dimulai.. mungkin karena saya kurang tidur (it happens to every bride, I guess) dan musti melek jam 2 pagi. Ditambah lagi dengan kehebohan namboru-namboru di rumah yang susah dibangunin untuk dimake-up, padahal waktunya mepet dan make up artist-nya punya banyak "pasien" pagi.

Untungnyaaaa.. semuanya bisa berjalan dengan baik --- memang benar kata orang, no matter what, it is happening. Thank God all went well!

Berikut review dari saya untuk vendor-vendor yang saya pakai dalam acara pemberkatan dan adat:

1. Make Up: Sofia Make Up
Nilai: 8/10

Kalo masalah pengantenan, hal pertama yang diliat pasti pengantinnya (setelahnya, baru makanan).. Jadi, make up review always come up first :) Mbak Sofia dateng on time, dan saya langsung duduk manis di depan cermin dengan muka beler (bisa diliat di before-after, betapa muka saya udah kaya panda dan ga bergairah senyum.. zzzzz). Mbak Sofia datang dengan seorang asisten yang mendadani mama dan pandongani saya..

Pagi-pagi buta begitu, muncullah drama dari namboru-namboru yang telat bangun, yang bikin saya lumayan panik dan pengen ikut ambil bagian untuk ngatur-ngatur apa yang harus dilakukan. Lalu, Mbak Sofia dengan suaranya yang bijak dan menenangkan kalbu, mengingatkan saya untuk tenang dan nggak usah mikirin "drama" itu, lebih baik fokus dengan hari besar saya. Saya langsung tersadar dan menurutinya, benar juga sih :D

Overall, proses mendadani saya berjalan smooth, bahkan mata saya yang sensitif dan sering berair kalo disentuh-sentuh, pagi itu cukup kooperatif untuk dipercantik. Proses mendandani sendiri selesai +/- jam 5.30am; oh ya, saya memilih melati lengkap untuk aksesoris rambut (as requested by my mom).

Ini hasil foto before-after (please, don't judge my 'before' -_-") by Sofia Make Up.

Make up Mbak Sofia bisa bertahan hingga selesai pesta adat (sekitar jam 6 sore), dengan satu kali re-touch setelah acara pemberkatan, yaitu oleh asisten Mbak Sofia berlokasi di gedung adat. Asisten Mbak Sofia juga membantu memakaikan sortali Yos dan saya, plus sedikit re-touch make up Mama.

Oh iya, mau cerita sedikit.. terjadi kehebohan lain di pagi hari saat keluarga pengantin pria sudah datang ke rumah; saya semestinya memakaikan korsase di jas-nya Yos, tapi saya lupa menanyakan pada Mbak Sofia dimana korsase itu berada, dan Mbak Sofia juga lupa memberitahu karena keasikan foto-foto. Setelah panik dan hampir nangis; namboru-namboru pun berinisiatif memotong bunga mawar dari hand bouquet saya, untuk lalu dipasangkan peniti untuk emergency solution.. Saya pun setuju karena nggak ada ide lain. Tak berapa lama.. jreng jreng.. seseorang menunjuk bagian atas bouquet dan bertanya "eh ini apa?". Di sanalah korsase bersemayam (diselipkan di antara bebungaan)! :))
Pelajaran yang bisa diambil dari kepanikan kurang penting itu adalah: di saat acara penting, jangan mendahulukan panik di atas akal sehat (haha!).

Ini hasil make up pandongani dan mama, by asisten Mbak Sofia.


Kontak: Mbak Sofia (08128681700)
FB: Sofia Make Up

2. Koor gereja: Cantiamo La Verita
Nilai: 7/10

Saya dapet referensi koor ini dari adiknya Yos, dan setelah menawar-nawar dengan CP-nya, saya dapet diskon yang lumayan, karena saya beralasan mereka cuman nyanyi di awal (wedding entrance), menyumbang satu lagu di tengah khotbah, dan menyanyi di sepanjang ibadah dengan lagu-lagu rohani yang lumayan familiar dan nggak ribet.

Overall, suara mereka memang bagus dan merdu.. kami cukup puas dengan performance-nya; walaupun ada sedikit kekurangan saat wedding entrance dimana Cantiamo La Verita memulai nyanyian dengan timing yang terlambat. Jadi, selama beberapa menit, we walked down the aisle in silence; agak tengsin juga sih.. soalnya berasa banget garingnya :( Yah, untungnya agak terbayar dengan lanjutan nyanyian mereka yang merdu. Fiuh.

CP: Pritha Aritonang (081363226475)

Monggo diliat Youtube-nya Cantiamo La Verita buat referensi :)

3. Wedding Car: Sewa Classicku
Nilai: 7.5/10

Mobil pengantin dari Sewa Classicku sesuai dengan gambar yang diberikan saat saya memilih-milih tipe mobil, cakep dan vintage sesuai selera kami! Eksteriornya sangat terawat dan manis, cukup outstanding untuk membuat mata orang-orang menoleh ke arah mobil pengantin kami :) Dan yang paling bikin happy, mobil vintage-nya ternyata cocok banget disandingkan dengan eksterior Gereja HKBP Pasar Minggu yang gothic look.



Tapi, karena mobilnya cukup tua (lebih tua dari saya), interiornya sudah banyak yang tidak berfungsi.. walaupun secara tampilannya masih sangat terawat dengan baik. No complaint for the interior, though.. we're very happy with the car we chose! Thank you, Sewa Classicku!

CP: Ferdian Handriansyah (081386017779)
Blog: www.sewa-classicku.blogspot.com
E: sewa_classicku@yahoo.com

NB: Price list sewa classicku termasuk hiasan bunga dan mobil cadangan yang mengikuti mobil utama sepanjang perjalanan.

NB2: Supir mobil utamanya masih muda dan nggak malu-maluin! :D

4. Catering: Siva Catering
Nilai: 7/10

Mungkin karena banyak dikomplain sebelum hari H (saat Marhusip dan Martumpol), Siva memperbaiki kualitasnya. Saya sendiri nggak merasakan makanan yang dihidangkan ke tamu-tamu.. cuman nyicipin ikan mas-nya (kasihan ya pengantin cuma boleh makan arsik sepanjang hari). And it tasted okay.

Ada review tambahan dari acara paranak setelah selesai acara adat. Biasanya memang diadakan di rumah, tapi karena rumah paranak jauh, jadi mereka menyewa gedung sebagai additional hour. Nah di acara ini, Siva catering sekali lagi menyediakan jasanya untuk kami, kali ini yang dipesan adalah makanan nasional yang lebih variatif, antara lain: bakso, soto, dll. And we enjoyed the food! 

Kontak: Siva Catering (082124563000)

5. Musik: Laspados
Nilai: 9/10

"Bravo, Laspados!"
Cuma itu sih komen saya.

Semua orang terdengar menikmati musiknya.. bahkan ketua adat pun memuji Laspados berkali-kali. CP-nya ramah (Amang Sirait), musiknya meriah, alat musik lengkap, dan semua bergembira. Can't ask for more! :)


6. Kebaya: Bross by Agus
Nilai: 7/10

Akhirnya ini hari yang ditunggu-tunggu untuk memakai kebaya yang bikin stress selama berbulan-bulan karena tak kunjung kelar.

Hasil akhir: wearable dan nggak malu-maluin banget lah..

Saya nggak bisa kasih komen lebih lanjut karena udah terlanjur gondok sama Mas Agus, yang belasan kali kasih janji palsu ke saya dan Mama-mama.
(well, to note: for one kebaya, it took almost 10 months to finish --- bikin stress banget!).

Kebayanya lumayan oke, pas di badan saya dan pas difoto juga cukup cakep.. Yang paling mengecewakan adalah sarungnya. Kurang enak dipakai dan nggak pas di pinggul.. beberapa kali saya musti repot benerin sarung biar nggak melorot.



Kontak: Agus (081317929547)

7. Jas Pengantin Pria: Pasar Baru
Nilai: 8/10

Jas Yos untuk pemberkatan-adat dan resepsi dua-duanya dijahit di Pasar Baru. Hasilnya tampak memuaskan, nggak ada komplain dari Yos. Menurut saya sih, jasnya pas badan dan bikin Yos tambah caem, huehehe.

Untuk waktu pengerjaan, sekitar 2 bulan-an.. satu kali ukur dan satu kali fitting sebelum finalisasi. Om penjahitnya ramah dan kooperatif mendengarkan permintaan klien.

No further comment for the suit :)



Penjahit: Sunita Tailor
Alamat: Jl. Pintu Air no. 55, Pasar Baru

8. Sepatu Pengantin Wanita: Anna Nucci Italy
Nilai: 9/10

Perihal sepatu pengantin juga sempat terjadi drama tak berujung. Pasalnya di awal, Mas Agus (penjahit kebaya pengantin) menawarkan untuk membuatkan sepatu yang matching dengan bahan kebaya saya. Saya setuju saja, pun harga yang diberikan juga nggak terlalu mahal.  Dia sempat membawakan beberapa contoh sepatu yang pernah dibuat, terlihat cantik dan elegan untuk pengantin. So, I agreed.
Kaki saya pun sempet di-traced di kertas supaya ukurannya pas dan nggak salah.. Setelah berbulan-bulan menunggu sampai bosan, akhirnya sepatu pun jadi dan dikirim ke rumah. Dan hasilnya double disappointing: 1. ukurannya salah (terlalu kecil), 2. modelnya jelek banget, cuman sepatu putih dengan kain bahan kebaya saya yang ditempel seadanya. Mama saya langsung misuh-misuh, dan nyuruh saya untuk beli sepatu lain yang lebih decent.

Saya pun panik bukan kepalang nyari sepatu dengan waktu yang mepet (kurang dari sebulan). Untungnya teman saya langsung nyebut satu toko yang memang khusus jual sepatu-sepatu bridal dan harganya masih terjangkau (dibanding branded shoes like Jimmy Choo etc. << ya iyalahh!); Anna Nucci!

Saya cuma datang ke satu tokonya dan milih sepatu dalam waktu kurang dari setengah jam. Modelnya memang nggak bejibun, tapi semuanya terlihat manis.. tinggal pilih mau yang setinggi apa dan seheboh apa. Saya tentu saja pilih model yang sesederhana mungkin dan nggak terlalu tinggi. Salesperson menyarankan untuk memilih yang bagian depannya ada sedikit wedges, supaya nggak terlalu pegel kalo dipakai terlalu lama.

Ini model yang saya pilih (link: Anna Nucci)

Dan ternyata.. Anna Nucci enak dipakai! :) Kaki saya nggak sakit sama sekali.. padahal biasanya saya nggak betah pakai heels, tapi Anna Nucci berhasil tahan saya pakai sedari pagi hingga sore. Highly recommended!

Lokasi toko Anna Nucci (mana tau ada yang iseng cari sepatu pengantin ke Singapore):
1. Plaza Singapura
2. Far East Plaza
3. Jurong Point
4. Harbourfront Center

9. Dekorasi (gereja + gedung adat): Romora
Nilai: 6/10

To be honest, saya nggak sreg dengan hasil dekorasi Romora.

Tapi.. entah mengapa, banyak orang yang nanya ke Mama tentang dekor, karena mereka impressed dengan hasil dekor Romora (termasuk Amang Sirait dari Laspados, yang waktu itu juga akan menikahkan anaknya dan sedang cari-cari vendor).

Kami memang sengaja memilih dekorasi standard dari Romora, karena ceiling Bagas Raya yang nggak tinggi dan nggak memungkinkan dipakaikan dekorasi rumah Batak yang biasanya lumayan tinggi. Saat berkonsultasi untuk dekorasi, CP Romora susah banget diajak diskusi.. seems like she has her own imagination for her piece of art. Mamanya Yos sudah menyerah untuk diskusi dan pasrah saja pada hasil akhirnya, saya yang nggak ikutan dalam hal berdiskusi, juga sedikit merasakan kesulitan berkomunikasi via sms/email dengan Inang Situmorang. But, we had no other choice.. daripada dekorasi dari gedung yang tampak tidak meyakinkan, lebih baik memakai jasa orang dekorasi yang memang bidangnya.

Untuk dekorasi gereja, ada biaya tambahan (IDR 2,500,000) karena ada request bunga khusus dari Mamanya Yos. Komentar dari Mamanya Yos, "lumayan untuk dekor gerejanya..".


Hasil dekorasi gereja, by Romora.
Tapi, tetep yang bikin clueless adalah dekorasi pelaminan adat. Warnanya nabrak-nabrak >.< (can you see that red and yellow textile at both side?) Saya sempet nahan napas pas mau naik ke pelaminan.. agak shock liat material dan pengerjaannya.
Dekorasi pelaminan adat.
Tapi mungkin style yang diusung oleh Romora Dekorasi memang Batak style yaaa.. saya juga kurang mengerti sesungguhnya; bisa terbukti dari banyaknya testimoni memuji perihal dekorasi adat. :D

CP: Ny. Situmorang (021-8470374 / 0811849127)

10. Dokumentasi: Liza Photography
Nilai: 9/10 (UPDATED!)

Untuk review lengkap, bisa lihat postingan sebelumnya ya :)


11. Undangan Adat: Nauli
Nilai: 8/10

Undangan adat yang dipilih cukup sederhana, dan memang sengaja ngambil dari template yang udah tersedia supaya bisa menekan harga dan selesai lebih cepat.

Komunikasi cukup lancar dengan Nauli, revisi setelah dikomen juga cepet responnya (bisa komunikasi lewat berbagai media, misalnya: sms, telepon, dan email) jadi lebih memudahkan untuk Yos dan saya yang jauh di seberang pulau.. Pas kita samperin ke Pasar Tebet langsung, abang-abang penjualnya juga komunikatif, mereka masih muda.. jadi lumayan nyambung kalo diajak ngomong dan becanda.

Overall, servicenya memuaskan dan on time!

CP: Agus (089618608031) atau Mike (081383222145)
Alamat: Pasar Tebet Barat, Gedung Ramayan, Lt. Basement
Jl. Tebet Barat, Tebet, Jaksel 12810


---------

Yay! Selesai sudah review vendor-vendor dari saya! :) Lega rasanya sudah menunaikan tugas (ceilehhh).. semoga apa yang saya tulis bisa berguna untuk khalayak ramai yaaa.. Cheers!

xoxo,
n/y

Resepsi: Review {yang terlambat 2 bulan} | UPDATED!

Acara resepsi saya (dua bulan yang lalu) sudah berlangsung sukses, semua pihak pulang dengan senyum sumringah dan hati yang lega. Puji Tuhan! Yos dan saya, pada saat hari resepsi, sebenernya udah berserah saja dan jauh lebih santai, dikarenakan prosesi pemberkatan dan adat udah selesai di hari sebelumnya. Pokoknya kami tinggal go with the flow aja hari itu; bangun siang, sarapan santai, berangkat dari hotel juga santai, tebar-tebar senyum aja deh pokoknya.. :D

Pas saya nyampe di gedung, saya sempet intip dekorasi by Janur Kuning, pattern ulos yang kami request udah berdiri anggun di pelaminan. Mamanya Yos juga kagum sama ukiran ulos dan bebungaan yang bertebaran di sana-sini (maklum, beliau sangat particular kalau tentang bunga, hehe..). Jadi, terus terang, kesan pertama sih saya udah puas dengan Janur Kuning (lihat review di bawah yah)..

Lalu, kami langsung bergegas menuju kamar rias pengantin yang letaknya di sisi kanan gedung Panti Perwira Balai Sudirman. Bu Tati sudah rapi dengan rambut cantiknya, menunggu di depan kamar rias; dan di dalam kamar rias, kru Sanggar Liza (termasuk Mbak Fitri) juga ternyata udah siap tempur.

1. Make Up: Sanggar Liza
Nilai: 9/10

Hasil make up Mbak Fitri itu maha dahsyat (lebay, hehehe). Mama-mama sampe bolak-balik memuji-muji make up-ku. Saudara-saudara yang lain juga nggak kalah banyak yang menyampaikan pujian.. :) Puji Tuhan ya kami nggak salah pilih :)

Kebetulan gaya make up yang aku mau emang casual modern, jadi nggak terlalu ribet dan macem-macem. Make up Mbak Fitri yang ciamik didukung juga dengan kebaya by Sanggar Liza. Nampaknya nggak sia-sia kegalauanku milih kebaya dan bolak-balik nyantronin Sanggar Liza buat nyobain kebaya-kebayanya (yang mungkin bikin Mbak Ida sebel)..

Oh ya, poin penting yang musti dicatet, Sanggar Liza akan meminta kita buat menyediakan transportasi ke gedung. Untungnya WO-ku, Purusatama, bisa nego ke Sanggar Liza dan mengatur transportasinya menuju gedung Balai Sudirman. Untungnya lokasi Sanggar Liza dan Balai Sudirman itu dekat, jadi nggak ada masalah yang berarti untuk pengaturannya.

Berikut ini detailnya:
Make up: Sanggar Liza by Mbak Fitri (untuk book Mbak Fitri, musti jauh-jauh hari ya.. soalnya beliau ini cukup kondang)
Kebaya: Sanggar Liza (standard)
Aksesoris: Sanggar Liza
Sarung: milik pribadi
Soft lens: Japanese soft lens (soft lens-nya pesen sama make up artist adat, bisa dipake sampe 6 bulan)
Ini hasil "before-after"nya Mbak Fitri.. Fotonya juga aku capture dari instagramnya Mbak Fitri :)
CP: Mbak Ida (085215556835)

2. WO: Purusatama
Nilai: 8/10

Untuk kinerja hari H, Bu Tati dan Pak Dodi punya kru yang sigap serta murah senyum. Saya sih nggak liat ada kekurangan dimana pun, malah acara juga terlihat rapi dan tertata. Bu Tati dan Pak Dodi juga nampaknya sangat terlatih untuk nggak panik, apalagi saat mau prosesi masuk dan tiba-tiba Tessa (adiknya Yos) menghilang. Mamanya Yos juga lumayan panik manggil-manggil Tessa, sementara Bu Tati tetap dengan ekspresi tenangnya :))


Makan malam di ruang rias pun tersedia tepat waktu untuk pengantin dan keluarga dan yang paling penting sesi foto-foto di panggung juga bisa berlangsung tertib.

CP: Bu Tati (08158939602)

3. Dekorasi: Janur Kuning Decoration
Nilai: 8/10

Overall, dekornya ciamik.. dengan sentuhan Jawa-Batak pesanan Yos dan saya. Tapi, sejujurnya, Yos agak sedikit terganggu dengan beberapa detail yang sebenernya kami udah pesan dari awal, namun saat hari H jadi berbeda.

Misalnya:
- tirai yang semestinya ada di panggung antara gebyok dan pattern ulos, diganti jadi pattern bintang-bintang. Poin ini agak mengganggu sih, karena kalau diliat dari jauh, bintang-bintangnya agak kurang matching..
- kursi kayu yang sudah dipilih diganti dengan kursi berwarna hitam yang kurang etnik.
- ada lampu berwarna biru diletakkan di taman..yang notabene, warnanya sangat nggak klop dengan keseluruhan tema.

Tapi, ada plusnya juga:
- dekor pergola dengan kain batiknya ternyata cantik.
- meja dengan lampu jawa yang diletakkan di sepanjang jalan menuju pelaminan juga ditata dengan manis.. plus bunga-bunga taburnya.

Sayangnya, saya cuma punya foto pelaminannya aja.. detail dekor lainnya nggak ada, semoga sih nanti ada dari fotografernya :)

updates: baru inget kalo Mama mertua udah upload foto di FB dengan beberapa foto dekor yang bisa lumayan dijadikan referensi.. :) Ini beberapa foto detail dekor dari Janur Kuning ya! Semoga berguna :)


CP: Mas Harlie (08158840896)

4. Katering: Alfabet Catering
Nilai: 10/10

Semuanya sempurna - well, atau bisa dikatakan hampir sempurna. Makanan enak, dekorasi cantik, dan yang paling penting, jumlahnya berkecukupan.


Kontak: 
T: 0218294465
E: marketing@alfabetcatering.com

5. Musik: Revis Entertainment
Nilai: 7.5/10

Kayanya saya udah pernah nyebutin kekurangan Revis sebelumnya ya (atau belum?), Revis agak kurang responsif. Kami udah kasih list lagu beberapa minggu sebelumnya (Revis minta minimal sebulan sebelumnya udah ada list lagu) via email.. sambil diupdate beberapa kali juga. Tapi nggak pernah ada jawaban apa-apa, jadi sambil update, kita sih pasrah aja sambil berdoa semoga mereka tampil bagus.


Dan pada hari H, Revis memang tampil bagus dan profesional. Wardrobe dan make up semua oke sip. Tapiiiii.. yang bikin gregetan, lagu-lagu yang kita minta ada yang diganti-ganti tanpa konfirmasi. Yah emang nggak krusial sih - untungnya lagu wedding entrance-nya nggak diganti! Di email, kami udah highlight, yang mana lagu wedding entrance, yang mana lagu yang bakal dinyanyiin sama temen-temen, dll.. tapi sebelum acara mulai, Revis masih nanya ke WO: "lagu wedding entrance-nya yang mana ya?". Haizzzz.. bikin deg-degan.
Dan yang bikin sedih lagi.. lagu yang harusnya dinyanyiin sama temen-temen kita, malah dinyanyiin sama Revis (padahal udah dikasih tau dengan jelas kalo itu lagu sumbangan), ujung-ujungnya temen-temen kita nggak jadi nyanyi.. Huhuhu.

CP: Pak Darwin Tony (085811838962)

6. Dokumentasi: Liza Photography
Nilai: 9/10 (UPDATED!)

Karena saya belum liat hasilnya, jadi nilainya pending dulu yah :)

Tapi saat pelaksanaan hari H (both adat dan resepsi), Liza Photography terlihat sangat chop chop dan profesional. Semoga semua detail ke-captured dengan baik dan semua momen bisa difoto :) Ada beberapa sneak peak foto dan video lucu yang bisa dilihat di instagramnya Liza Photography (@liza_photography).. Saya sih suka sama videonya, go go Go Pro! :D


CP: Mas Raga (081317170095)

Updates:
AKHIRNYAHHH.. saya liat juga hasil foto-fotonya! Dan kami puas ('kami' as in: Yos, saya, Mama Papa Yos, dan Mama Papa saya).
Dari paket yang saya ambil, saya dapet 4 album foto (dalam bentuk koper dan editan foto retro), 1 buah kanvas 40x60cm, 3 set DVD acara (pemberkatan + adat + resepsi + trailer) yang per set-nya berjumlah 6 DVD - ps: Liza photography berbaik hati memberi 3 copy DVD untuk 3 keluarga biar saya ga repot copy untuk Mama Papa.
Overall, saya sih senang dengan hasilnya :) 

7. Souvenir: Kuchiwalang Art
Nilai: 8/10

Saat memutuskan memilih CD sebagai souvenir, ada beberapa pihak yang pro dan kontra.. Tapi, toh, ujung-ujungnya karena tekad sudah bulat.. jadi juga ini souvenir! Beberapa orang bilang, belum tentu tamu-tamu suka lagunya dan CD-nya bakal dipake/didengerin.. but doesn't it happen to all souvenirs given? Jadi, kami memutuskan untuk mengikuti pilihan hati saja..

Dan benar kan! Teman-teman banyak yang suka dan memuji pilihan kami! Ya mungkin memang lagunya nggak 100% disukai oleh setiap individu, tapi at least it defines our relationship and it's personally chosen by us :)

Kuchiwalang Art sebenernya lebih expert di bidang mahar 3D; tapi setelah googling sana-sini, cuma Kuchiwalang yang punya sample cover CD yang kami mau. Dan pilihan kami nggak salah, produknya cocok dengan tema warna kecoklatan yang tersebar di detail-detail pernikahan kami. Oh ya, dan yang paling penting.. cover CD-nya matching dengan warna undangan.. huhuy!


CP: Mbak Ratna Lia (081220460332)
--- --- ---

Review buat vendor-vendor resepsinya segitu aja ya! :)
Nanti dilanjutkan dengan review vendor buat adat Bataknya. Semoga review-review dari saya bisa membantu jeung-jeung sekalian untuk memilih vendor yang tepat untuk hari bahagianya..


xoxo,
n/y

martumpol (plus reviews)

It's done!

Super lega. Saya juga nggak yakin acaranya sebenernya bisa dibilang sukses atau enggak (tentunya banyak perintilan yang nggak kepikiran, dan dapet kritik dari berbagai pihak.. yeah you know, it's batak community after all..), tapi setidaknya kami dan keluarga berhasil melewatinya dengan senyum bahagia dan lega!

and yes, we're wearing the ring already ;)

1. Review: Tamio Make Up Artistry
Facebook: Tamio
Instagram: @tamiomakeup

Nilai: 8/10

Make up by Tamio kemarin berhasil membuat saya terlihat natural dan sangat sesuai dengan acara martumpol (plus match dengan baju abu-abu silver saya). Saya suka banget sama sentuhan Kak Ita Tambunan :) Muka saya keliatan beda, walau make upnya nggak tebal dan nggak heboh. Kak Ita datang tepat waktu, walaupun sempet kepotong acara nyasar dan nggak nemu jalan ke rumah saya (maklumlah kompleksnya penuh portal kalo dini hari). Langsung sigap dandanin mama saya duluan, dan sangat kooperatif dengerin permintaan mama saya.
Hairstylistnya, Mas Anto yang dateng belakangan lantaran banyak order pengantin dari jam 2 pagi, juga sangat ciamik dalam hal improvisasi penataan rambut. Saya sih suka dengan gayanya yang ng-anak muda-wi.. dan bravo untuk keputusan dia dalam memberikan saya messy-looked hair-do, instead of sasak tinggi a la ibu-ibu batak. Hehe.

Recommended!

Ini hasil before-and-after by Tamio Make Up:
ps: saya nggak tau kenapa.. tapi foto before after, selalu keliatan banget beler pas beforenya :)) ini saya ngeliat tampang saya aja males, padahal kalo pas ngaca aslinya ga segitunya amat hehe >.<

Foto sanggul by Mas Anto
2. Review: Siva Catering

Nilai: 5/10

Another disappointment. Too bad Siva Catering nggak improved dalam acara Martonggo Raja kemarin; setelah beberapa kekecewaan dalam acara Marhusip sebelumnya, nampaknya mereka nggak berusaha memperbaiki servis yang bisa mendongkrak citranya.

(P.s.: Martonggo Raja dari parboru dan paranak sama-sama diadakan di aula gereja, dan catering yang dipakai sama)

Beberapa hal yang bikin kecewa:
1. Siva Catering dateng terlambat. Seharusnya makanan sudah harus siap sebelum acara gereja selesai.
(untungnya snack dipesan dari tempat berbeda, jadi tamu bisa disuguhi snack terlebih dahulu)
2. Pegawainya kurang dan menyebabkan tambah terlambat lagi saat menata makanan, padahal orang-orang sudah siap untuk melanjutkan acara Martonggo Raja.
3. Karena pegawainya kurang, maka tamu jadi harus ikut membantu menata makanan untuk mempersingkat waktu.

It's a matter of minutes late, tapi lumayan bikin gondok dan bikin malu keluarga.. Huhu.
Saran saya sih (dan juga saran dari keluarga), mending pake Roma Catering (atau Rotorang) aja. Quoting Mr Nikolas Naibaho, "mendingan enak tapi nggak profesional dan bikin malu atau nggak terlalu enak tapi profesional dan nggak bikin malu?". Note that in mind. Katering Batak emang agak serba salah yaahh.. Heheh.


3. Review: BROSS by Agus

Nilai produk akhir: 8/10
Nilai service: 4/10

Seperti yang udah saya ceritakan sebelumnya.. berkomunikasi dengan Mas Agus bikin semua orang stress, bahkan Papa dan Papanya Yos juga ikutan stress mengkomentari masalah managemen waktu dan janji-janji yang jarang ditepati oleh Mas Agus.

Despite the messy time management, hasil akhir baju martumpol saya ternyata cukup banyak dipuji orang. Bahkan beberapa orang terang-terangan minta ijin memotret baju saya (oh ya, dan juga sanggul by Mas Anto juga menarik perhatian orang-orang loh..mereka asyik motret sanggul saya dari belakang). Jadi, anggap saja kepanikan yang luar biasa bikin jungkir balik, terbayar sudah karena banyak yang memuji. *blushing* Agak lega juga karena sedari awal saya milih model kebaya yang tepat, hehe, terimakasih kepada Vera Kebaya yang memberi inspirasi :)

Jadi.. tinggal menunggu 2 minggu ke depan! Crossing finger :D Keep the hopes high, and pray of course :)

xoxo,
n/y

wedding entrance.

Wedding entrance is one of a thing that make our hearts torn into so many.
At first, we were thinking of something Indonesia.. either keroncong or other traditional tune.

Then it was off.

After that, we went into something jazzy.. such as James Brown or Al Jarreau.

Then it was off.

Then came accross to some instrumental songs which are commonly used, but then realized that it doesn't represent us. So, it was off the table.

I even asked my best friend for his suggestion, since I think he's better in this particular songs (he's more into instrumental and slower songs, much much more than us). He suggested a few, and almost all are acceptable!

Below are some of the link that might be useful as reference to choose your wedding songs/wedding entrance's song:
1. Old Brand New Blog - honestly, he has the best choices!
2. I Wed Solutions
3. My Inspired Wedding
4. hitched.com.au
5. The Knot

Small things indeed, but took us days to decide the wedding entrance's song and song list to be played during the reception. Fiuh!

xoxo,
n/y

vendor review: Amadea Art

Honestly, this is the best vendor by far.. Acung dua jempol buat Amadea Art!

Saya kasih nilai 9/10.
(Dan kalau di movie review bergaya pop corn, nilainya: 4.5 pop corns out of 5 pop corns)

Pros:

- CP-nya responsif dan sangat membantu.
Namanya adalah Yohanes, pas ketemuan, orangnya ceria dan asyik.. Responsif menjawab email dan whatsapp, dan juga sangat membantu memecahkan problema-problema desain yang kami hadapi. Yohanes juga berusaha mencari jalan terbaik supaya desainnya bagus. Walaupun preliminary design adalah design dari kami, tapi dia nggak lepas tangan dan tidak bersikap masa bodoh. Dia tetep kasih masukan-masukan buat kami, supaya produk akhirnya memuaskan.

- Harga bersaing!
Ini penting banget buat saya.. Dari beberapa vendor yang saya emailin, cuma Amadea yang kasih harga reasonable. Pasalnya saya ngerti banget kalo desain yang saya mau itu sangat sederhana, dan kalau liat harga yang di-quote sama vendor-vendor lain itu lumayan mahal-mahal. Amadea gave us the best offer, and even much better than vendor-vendor undangan di basement Pasar Tebet! Walaupun saya nyetaknya dua bahasa; dan undangan bahasa Inggrisnya hanya 1/6 dari jumlah total, saya nggak kena charge apa-apa. Hitungan harga per piece-nya tetep sesuai dengan quotation awal.. I think you can imagine how thankful we are!

- Produk final yang classy
Harga reasonable, nggak berarti hasil akhir yang mengecewakan. Amadea berhasil bikin Yos dan saya tersenyum lega. Soalnya, awalnya saya sempet kuatir kalo desain sederhana yang kami bikin bakal diasosiasikan dengan undangan murahan.. ternyata.. enggak! Kualitas kertasnya bagus.. kertas amplopnya tebal (I mean, it's really thick!) dan hasilnya rapi. Sesuai dengan yang kami bayangkan. Humble invitation with good quality crafting :) We're happy customers!

- Tepat waktu

Persiapan pernikahan itu berkejaran dengan waktu, dan timing undangan musti tepat! Apalagi saya yang tinggal di seberang, agak ribet dengan operasional undangan yang musti diboyong lintas negara. Dan Amadea berhasil memenuhi janjinya :) Dari awal saya emang udah wanti-wanti, kalau undangan bahasa Inggris musti didahulukan dan paling nggak lebih cepat 3 minggu daripada undangan bahasa Indonesia. Thank God, semua berjalan sesuai janji dan perencanaan :)

- Service memuaskan dan berbonus
Ada beberapa alasan kenapa saya bisa menyimpulkan Amadea memberi service memuaskan:
1. Undangan Inggris yang jumlah hanya 100 pcs diantar langsung ke rumah, tanpa biaya tambahan;
2. Amadea bersedia membantu mencarikan label putih yang seukuran dengan ukuran kotak alamat di amplop sesuai dengan ukuran yang kami inginkan;
3. Waktu saya sadar ada kesalahan di undangan, Yohanes mau repot-repot memikirkan solusi terbaik untuk memecahkannya;
4. Fleksibel banget. Di desain kami, melibatkan tali untuk pengikat undangan.. kalau dicari-cari di Jakarta, kena charge harga lumayan mahal, walaupun Amadea udah cari yang termurah sekalipun. Lalu, saya menawarkan, gimana kalo saya yang beli talinya, lalu Amadea yang bantu mengaplikasikannya.. they were okay with my proposal! :)
5. Dikasih bonus extra 5 undangan berbahasa Inggris sebagai complimentary :)

Cons:
Hampir nggak ada! Atau sejauh ini, saya belum nemu apa yang mau saya komplain ke Amadea. Nanti kalau tiba-tiba nemu, pasti saya update :D *semoga sih nggak ada yaahhh*

Summary:
Highly recommended.
Ini dari hati yang terdalam, lho. Saya juga baru menuliskan komen yang sama buat Amadea di forum Weddingku.
{Lalu nggak sengaja terbacalah ada satu vendor undangan yang di-black list sama banyak orang.. dan teringat kalau saya pernah tergoda untuk memakai vendor itu. Puji Tuhan, saya terhindar dari kesialan >.< Semoga pasangan-pasangan yang lagi kena masalah, bisa segera menemukan jalan keluarnya ya.. huhu..}
Bravo, Amadea Art!


xoxo,
n/y
one month

to

go


nooooooooooooooooooooo!!!!!!!!!!!!!!!!