updates - counting weeks

Hari semakin dekat.. jreng jrenggg..

Beberapa hari lalu sempet stress sejenak, karena ternyata kalau di-list down, masih lumayan banyak yang belum settle. Yang tadinya udah nggak bakal pulang lagi hingga November, berujung pada kepulangan sekali lagi untuk ngurus perintilan yang ketinggalan.


Walaupun sudah memantrai diri bahwa saya nggak stress dan nggak terlalu mikirin-mikirin amat tentang segala tetek bengek persiapan pernikahan ini, di alam bawah sadar, I am thinking about it all, grrrr! Temen saya bilang sih, "let it flow.. pada akhirnya semua akan beres kok!" Saya ketawa geli dengernya, ada benernya dan ada rasa pengen protes juga. Sisi bener-nya adalah karena mau nggak mau emang pasti akan terlewati juga, terlepas dari sempurna atau tidak sempurna. In the end, it's the marriage that matters. Dan saya mau protes karena... semua akan beres itu tak lain dan tak bukan karena ada yang mengerjakan semuanya - bisa orangtua, atau Yos, atau saya sendiri. =))


Jadi, mari dijalani saja, diselesaikan satu persatu dan nggak usah ngoyo diraup semua seorang diri.


Ini beberapa updates yang bisa saya share (dan semoga membantu ya!):


Kebaya Martumpol & Kebaya Adat

Udah 97% kelar.. 3%-nya masih mandek di sarung Martumpol yang belum ciamik pas dipakai. Masih galau apakah direlakan aja dipake apa adanya atau mau minta benerin sama penjahitnya.

Anyway, saya jahit ke Bross by Agus (Mas Agus), dan please note down that he took a loooong time to finish all the kebayas we ordered. Sempet naik pitam beberapa kali dan udah hampir pengen teriak-teriak kesel karena seringkali cuma janji yang diumbar. Huhu, kalo inget-inget itu, rasanya masih gondok banget. Jadi, lebih baik dipilih penjahit setelah lihat-lihat review ya; walaupun penjahit saya sebenernya rekomendasi dari mamanya Yos, tapi beliau juga kaget banget dengan kinerja Mas Agus yang beda banget dengan sebelum-sebelumnya. Oh ya, to note ya.. Mas Agus itu udah ngejahitin baju mamanya Yos berkali-kali dan sebelumnya baik-baik aja dan nggak pernah ada masalah.


Karena saya gondok, jadi mendingan saya nggak usah kasih review Bross by Agus ya, karena pasti yang keluar angkanya jelek banget. Tapi, boleh nanya-nanya lewat email kalo pada penasaran.. Saya sih mendoakan semoga Bross bisa improve dengan managemen waktu dan bisa lebih profesional lagi ke depannya. Amin!


Kebaya resepsi + songket

Kebaya resepsi by Sanggar Liza dan songketnya beli sendiri di Pasar Senen serta sudah kelar dijahitin di Pasar Senen.

Undangan resepsi

Done 100%. Yippie! Saya bakal kasih review buat Amadea Art, monggo dikunjungi postingan selanjutnya :) 
(update: silahkan liat review untuk Amadea Art yaaa..)

Undangan adat

Vendor: Nauli.
Ini berkat Mama-Papa saya yang berhasil menemukan Nauli di basement Pasar Tebet, dari ratusan tempat bikin undangan di sana, terseliplah satu yang khusus bikin undangan Batak. Syukurlah mereka bisa menyanggupi menyelesaikan pesanan undangan dalam waktu singkat. Kontaknya ada di bawah yah. Harganya masuk akal.. dan abang yang jualan juga ramah melayani segala macam pertanyaan saya.

Cover Tata Ibadah Martumpol & Pemberkatan

Tadinya kami mau print biasa aja di printing service tempat bikin undangan Marhusip & Martumpol, namun Mama memberikan ide cemerlang untuk nanya ke Nauli, apakah mereka bisa juga bikin cover tata ibadah. Dan jawabannya: BISA! Puji Tuhan! Maka bertambahlah orderan bisnis untuk Nauli dengan pesanan cover tata ibadah dari saya, hehe.

Cetak foto Prewed

Berkat anjuran dari temen saya, Eve, saya nggak pake survey tempat-tempat cetak foto lagi, langsung menuju Qtha Photography. Harga terjangkau dan cepat servicenya.. plus dengan membership dari Eve, saya dapet harga jauh lebih murah. Hore!

Frame Foto untuk Gallery

Tadinya ingin berburu photo frame murmer di Pasar Baru, rekomendasi dari Mas Harlie (vendor dekorasi). Namun karena keterbatasan waktu, akhirnya kami putuskan membeli saja di Ikea Singapore. Simple dan nggak butuh tenaga lebih untuk tawar menawar.

MC Acara Resepsi
Kebetulan Bude-nya Yos adalah MC kondang, Bude Tuti.. jadilah acara nantinya akan dibawakan oleh beliau. Saya udah menyaksikan langsung kepiawaian Bude Tuti waktu kawinannya Mbak Dani, sepupu Yos di Jogja, memang oke banget sih! Bude Tuti memang bukan MC bergaya anak mudah, namun memang tepat pilihannya karena acara ini sebenernya adalah acara perayaan dari Papa-Mamanya Yos, kalo bahasa Jawanya sih "ngunduh mantu". Jadi, sudah seyogyanya emang bernuansa lebih formal dan dewasa.

Musik
Setelah pilih sana-sini, dari yang awalnya pingin keroncong, lalu pindah ke jazz, lalu balik lagi ke keroncong, ujung-ujungnya diputuskanlah bahwa Revis Entertainment menjadi tempat berlabuh kami. Berawal dari melihat brosur yang ada di Sanggar Liza, lalu mencari di YouTube untuk performance Revis, dan tanya-tanya review Revis ke Bude Tuti, akhirnya kami menghubungi Pak Tony untuk minta price list. Paket yang ditawarkan cukup beragam, dari 4 jutaan sampai 13 jutaan. Lumayan oke dan bisa disesuaikan dengan budget kita. Kalo ada yang mau price listnya, just leave a comment below yah, as usual ;)

Ini salah satu performance Revis yang saya temukan di YouTube:


That's all for now, folks! Enjoy your preparation!

xoxo,
n/y

Contacts:

Nauli Printing
E: ade_napit@yahoo.co.id
Jl Tebet Barat Dalam, Pasar Tebet Basement Floor, Jakarta 12810

Qtha Photography
E: red_pro2002@yahoo.com
T: 021 83792662
HP: 0815 1832313
Jl. Tebet Timur Dalam II No. 28,
Jakarta Selatan 13620

Marhusip (plus review for Siva Catering)

Marhusip --- Done!

Rasanya pengen nari-nari lega.. satu prosesi sudah selesai dengan sukses :)

Di siang yang panas di Jakarta Selatan, acara Marhusip yang dihadiri sekitar seratusan orang, berhasil dilaksanakan dengan lancar. Memulai persiapan dengan heboh, dikarenakan Mama yang super perfeksionis dan menyiapkan semuanya sendiri tanpa asisten rumah tangga (asistennya ya Papa, saya, dan adik saya). Di benak saya, acara Marhusip itu semacam acara santai-santai yang dihadiri oleh banyak orang, tapi ternyata nggak sesantai itu juga.. walaupun nggak formal-formal banget - penuh dengan prosesi adat dan susunan acara yang sama sekali saya nggak tahu menahu. Hampir saja saya absen ke salon dan membiarkan rambut saya nggak diatur, untungnya ada angin yang membisikkan kalau saya sebaiknya ke salon.. untunggg saja.. pasalnya Mama dan Mamanya Yos rapi jali dengan rambut bersasak dan berkonde, saya jadi nggak terlalu kebanting banget.

Acara secara keseluruhan cukup seru, saya kurang mengerti detailnya karena berbahasa Batak, tapi intinya adalah lamaran formal dari keluarga pihak laki-laki ke keluarga pihak perempuan. Dan karena orang Batak itu selalu bergerombol dalam hal berpesta, maka yang datang juga bergerombol dalam berbagai macam marga terkait (misal: marga Tulang, marga (atau nyebutnya sih 'boru') Ibu, tentunya marga Ayah, dll.).

Sebelum acara dimulai, saya disuruh ngumpet di atas.. dan saya kira saya bakal dipanggil turun pas acara makan. Ternyata.. TIDAK! Saya harus nunggu hampir dua jam (plus menahan lapar dan hanya bisa mendengar bunyi denting piring dari lantai bawah) sebelum dipanggil turun, duduk bersebelahan sama Yos, dan dinasehatin sama wakil dari kedua belah pihak - ditegaskan kalau sebenarnya kami berdua sudah terikat secara adat. Agak bengong-bengong juga sih waktu diajak ngomong berbahasa Batak, hehe.
Lalu, diberilah kami uang ingot-ingot :) Saya sih paling suka pas momen ingot-ingot ini :) Maknanya supaya semua orang ingat bahwa akan ada pesta pernikahan kami berdua, maka hadirin dipersilakan mengambil uang ingot-ingot yang diedarkan dari kursi ke kursi. Jumlah uang yang diambil oleh hadirin terserah saja, tapi untuk saya dan Yos diberi 3 lembar dari pihak perempuan (saya nggak ngerti maknanya, kayanya sih dikasih tau maknanya, tapi dalam bahasa Batak) dan 1 lembar dari pihak laki-laki yang bermakna: "dari dua orang, hendaklah kami menjadi satu".
Sedang dinasehati..

Review Siva Catering
7/10

Saya hampir kasih nilai 6.5/10 sih.. Saya nggak nyobain semua makanannya, soalnya saya makan udah telat dan cuma keambil ayam bakarnya doang. Tapi menurut Yos, sayurnya enak.. dan pujian bertubi memang dilayangkan untuk masakan sayurnya Siva catering. Ayam bakarnya juga lumayan lah.


Yang oke (+):
- Makanannya banyak jumlahnya;
- Rasanya lumayan enak;
- Tepat waktu.

Yang kurang (-):
- Teh manis dan kopi yang terlalu encer,
- Pegawai katering yang kurang ramah,
- Lapet yang jumlahnya dipertanyakan.. banyak banget yang nggak kebagian lapet (pesan 150pcs, tapi kata Namboru.. kemungkinan hanya 100pcs yang beredar, well we don't really know).
(- Ada sedikit insiden di akhir acara yang bikin Mama gondok banget. Tapi ya diikhlaskan saja ya..)



Untuk Martonggo Raja dan pesta Adat nanti, saya tetep pake Siva Catering.. semoga sih kualitasnya membaik ya.. *finger-crossed*

Saya masih lanjut listing untuk hal-hal yang masih outstanding.. dan ternyata masih banyak yaa.. Persiapan hampir setahun aja kerjaannya nggak kelar-kelar, apalagi yang cuma beberapa bulan. Mari bersemangat! :)



xoxo,
n/y

tenun, songket, dan brokat

Sebagai putri-putri keluarga Batak, tentunya cukup akrab dan familiar dengan dunia per-kain-an sedari kecil. Inang-inang Batak adalah konsumen terbesar dalam dunia songket dan brokat, dan itu diturunkan kepada putri-putri mereka. Jadi, sudah nggak mengherankan lagi kalau kami-kami cukup ahli kalau bicara songket dan brokat (walaupun saya termasuk salah satu putri Batak yang agak anti-songket).

Belum afdol jadi orang Batak kalau belum menyambangi Pasar Inpres Senen, di dalam pasar, terjadi "perkawinan" penjualan antara ikan asin, ikan rebus, ikan teri, kain ulos, kain songket, Alkitab, Kidung Jemaat, Buku Ende, dan juga lagu-lagu rohani. Saya cukup terpana masuk ke dalam pasar yang selalu khas dengan suasana gelap remang, tapi kali ini ditambah dengan bau ikan asin menyengat hidung. Dan saya tambah terpana lagi saat menemukan kios kain-kainan dengan harga yang patut diberi tepuk tangan; murah rah rah!!

Kalau selama ini saya berpendapat, Pasar Baru adalah gudang segala kemurahan perkainan brokat.. statement itu akan langsung saya tarik kembali dengan kunjungan saya ke Pasar Inpres Senen. Memang sih, di Pasar Senen, kain brokat Perancis yang tersohor itu sudah pasti tidak eksis; tapi.. kalau untuk kain brokat lain yang dijual per baju dengan kualitas lumayan bagus.. pasti ada! Perbandingan harga di Pasar Senen dan Pasar Baru untuk jenis bahan serupa, bedanya bisa mencapai Rp 100,000-Rp 150,000. Lumayan banget kan? Apalagi kalau di pesta Batak, semua pihak terkait musti dan "sebaiknya" diberi seragam kain brokat, uang Rp 100,000 per baju bisa dihemat, itu udah sangat membantu pemangkasan pengeluaran.

Mama sudah punya kenalan (yang kebetulan sekampung dengan Papa dan adalah keluarga jauh dengan keluarga di Siantar.. jreng jreng.. world is indeed so small!), jadi sudah tahu kira-kira mana yang bisa murah dan punya stok dengan kain-kain berkualitas bagus. Saya sih seneng ngeliat brokat-brokat terpajang dengan warna-warni dan penuh motif, ditambah lagi harganya yang bersahabat.. malah tidak sabar untuk kapan-kapan menyambangi lagi toko Yemima Songket untuk belanja kain brokat bi-colors-nya. Sesuai nama, Yemima Songket tentunya juga menyediakan kain-kain songket dalam berbagai macam warna.. sayangnya warna yang saya cari tidak ada.
Songket-songket yang ada di Toko Yemima Songket
Alhasil, saya berpindah ke toko lain yang nampaknya juga cukup tersohor di Senen dan Tanah Abang, Boru Ulos. Di Boru Ulos, pilihan warna songketnya lebih beragam, dari yang harga di bawah satu juta rupiah (songket mesin) sampai yang mahal (handmade berbenang emas).  Di sini jugalah akhirnya saya menemukan sortali.. Setelah mikir beberapa kali, nampaknya menyewa sortali emas ataupun membeli sortali emas, agak berlebihan dan kurang masuk akal; soalnya harga sewa aja bisa Rp 3,000,000.. pun orang yang menyewakan sortali bakal nungguin si sortalinya di sepanjang pesta, untuk jaga-jaga nggak dibawa kabur (agak bikin males). Makanya diputuskan untuk membeli sortali kuningan, paket hemat aja dan toh tidak mengurangi esensinya. Hasil tawar menawar, sortali di Boru Ulos harganya Rp 200,000 (sepasang sortali plus topi untuk pengantin laki-laki), good deal ain't it? ;)
Songket tenun tangan
Sayangnya, di Pasar Inpres Senen nggak ada yang jualan songket meteran untuk nona-nona penerima tamu yang manis-manis.. Jadi, saya musti berbelok ke Thamrin City untuk berburu kain songket meteran yang cantik. And surprisingly, sangat mudah menemukan songket yang bagus dan cocok dengan kantong, dan tentu saja itu semua berkat kepiawaian mama dalam hal tawar-menawar! Ibu-ibu rocks! Di toko Tenun Jaya, banyak songket Palembang atau tenun Lampung, tenun India, dan tenun Bali yang bagus-bagus. Warnanya juga banyak dan bisa dipilih sesuai selera. Kalau mau rok tenun harganya Rp 175,000 saja, sedangkan untuk kain tenun mesin (ada yang pake selendang dan ada yang tidak), saya berhasil nawar Rp 80,000 per kainnya :)
Beberapa songket Lampung yang ada di Toko Tenun Jaya
Kontak:

Toko Yemima Songket (Mama Yonas)
Pasar Inpres Senen
Blok VI Los B No. 306, 307, 309
Jakarta Pusat
(08128897147)

Toko Boru Ulos
08157798889

Tenun Jaya (Nazarudin)
Thamrin City Lantai 1 Blok A 8a No.1
Tanah Abang, Jakarta Pusat
(087775860011)

Happy hunting, ladies!


xoxo,
n/y

found a shelter!

These two weeks we have been dealing with lots of agents and properties' advertisements. Every single morning, I woke up, grabbed my phone and scrolled up & down looking for a house. It's tiring, many times I got sick of it and was thinking to just delete the apps while wishing there was one house out there waiting for us (without the need to be found). It's sickening though, the searching felt like never-ending (although it's only two weeks time!), the price were crazily expensive, and it's not easy to fall in love with a space that's not decent enough to be called home (while Yos were easily liking the very first place we viewed, haha).

In the beginning of the search, we did find one apartment we liked a lot. But then the landlord turned us down by increasing the price due to the number of pax (the advertisement didn't say much about how many pax should stay, blah!). Then, for days, I had been dreaming and even talked about it in my sleep. I prayed for it a lot, because I wanted it so much; the apartment was huge and it has an outstanding view from the bedroom's windows - it has a view of the city, at night you can see the city's lights like a painting on the corner windows.. it's just amazed me, I still can frame it in my mind.

And when we were ready to increase our offer for that huge apartment -  we were desperate to find an apartment that matches all of our requirements; price-wise, location-wise, and size-wise, there was an arrangement to view one apartment not so far from that "dreamy apartment"; and turned out it matched all of our above-requirements! Not as big as the previous unit we loved, the view is not as fantastic as the previous one, but it's a lovely one! Acceptable size, near bus stop, quiet neighborhood, and it has a pretty look!

The prayers had been answered, and indeed He knows what's best for us ;) We grabbed that apartment on the same night, and almost didn't think that we were gonna regret it (but, yes, we summed up what's good and bad about the apartment, right after we transferred the deposit to the landlord..). Nothing stops us for being so thankful for this, it's great value of money and great place to start fresh. Now, we just can't hardly wait to move in!
one of them will be ours ;)
xoxo,
n/y!

September.

Hello!

Sudah bulan September nih :) Sedikit demi sedikit kalender dibalik dan bulan semakin mendekati ke  hari H.. beuh tidak terasa yaaa.

Sedikit hore-hore dulu ya, soalnya banyak progres persiapan.. kemarin habis pulang ke Jakarta untuk mengurusi perintilan-perintilan, dan puji Tuhan semua lancar carrr carrrr. Thankfully, Jakarta was quite friendly last Saturday <3

Two major things from last Saturday:
1. Wedding ring
Were collected from Toko Mas Suki. We love love love the wedding rings! Saya suka banget sama cincinnya, hehe.. pengen langsung pake! Komen dari mamaku dan mamanya Yos juga ternyata positif-positif aja. Saya nunjukkin ke temen saya sneak preview desain cincinnya, komennya, "Hah? Cincin kalian kaya gini??". That's exactly the comment I expected! :))
Wedding ring box.
2. Kebaya
Kebaya martumpol dan pemberkatan saya sudah mau selesai! Mungkin  bisa dibilang  95% selesai.. tinggal dirapihin di sana sini aja. Kemarin fitting lagi, dan tampilannya udah cakep, bustiernya juga muat (fyi, my first fitting months ago, bustier-nya nggak muat karena saya menggendut nampaknya - well, atau Mas Agus bikinnya sengaja diperkecil sambil ngarep saya bakal diet sebelum hari H, hehe.)
Sneak preview kebaya saya :D
Selain dua hal di atas, dua hal lain yang berhasil dicicil:

3. Undangan Marhusip
Udah kelar print undangan marhusip yang berjumlah 70 undangan. Saya pilih print di sini karena sambil nostalgia jaman kuliah yang saban bulan menyambangi Benhil buat printing di A1 dan A3 buat bahan presentasi. Hehe..
Harga print di HQ Printing service: per lembarnya IDR 1500, BW bolak-balik (kertasnya saya bawa sendiri). Sebenarnya kalau mau lebih menghemat, bisa print satu kali, lalu fotokopi perbanyak.. sayangnya saya nggak bisa melakukan itu, karena kertas saya bukan kertas HVS. Well, that's okay though, kami puas dengan tampilan undangan marhusipnya :)
A pile of invitation.
4. Jas Yos
Yos fitting jas pertama kali.. belum keliatan jelas sih gimana-gimananya, tapi udah keliatan pas di Yos walaupun jasnya masih penuh jarum pentul di sana-sini. Yos juga nggak keliatan buncit atau ndut, hahaha. Tiga minggu lagi, jasnya udah siap dijemput ;)
Fitting jas.
Will be back again to Jakarta within one month time (or more), and meanwhile harus segera instruksi untuk mencetak undangan resepsi dan souvenir resepsi, sembari mempersiapkan desain untuk undangan martumpol dan tata ibadah pemberkatan. Hap! Hap! To do list-nya masih lumayan panjang ternyata..

Updates so far:
Kebaya: BROSS by Agus
Wedding Ring: Toko Mas Suki
Jas Yos: Sunita Tailor, Pasar Baru
Print undangan marhusip: HQ Printing Service, Benhil
Fotografer martumpol: Color of Ro

(Update yang lebih lengkapnya ada di sini)
xoxo,
n/y

marking the day.

I've always wanted to know how does it feel to be on this day. 
100 days to go.

I thought it's gonna be so different, I thought it's gonna be so big that my heart pounds so fast till I can't stop thinking about the next 100 days. But, to be honest, it feels the same. Sorry to disappoint you! :D

Same old, same old; the list are still quite a long list. Therefore, no way to enjoy these last 100 days of being single. It's okay though, am gonna miss those lists, those wedding budget table in which I keep updating every time I made a purchase, those emails to vendors, and that Weddingku forum. In the end, the most I can do is seize the days ;)

And meanwhile, happy counting the days!


xoxo,
n/y