Showing posts with label songket. Show all posts
tenun, songket, dan brokat
Sebagai putri-putri keluarga Batak, tentunya cukup akrab dan familiar dengan dunia per-kain-an sedari kecil. Inang-inang Batak adalah konsumen terbesar dalam dunia songket dan brokat, dan itu diturunkan kepada putri-putri mereka. Jadi, sudah nggak mengherankan lagi kalau kami-kami cukup ahli kalau bicara songket dan brokat (walaupun saya termasuk salah satu putri Batak yang agak anti-songket).
Belum afdol jadi orang Batak kalau belum menyambangi Pasar Inpres Senen, di dalam pasar, terjadi "perkawinan" penjualan antara ikan asin, ikan rebus, ikan teri, kain ulos, kain songket, Alkitab, Kidung Jemaat, Buku Ende, dan juga lagu-lagu rohani. Saya cukup terpana masuk ke dalam pasar yang selalu khas dengan suasana gelap remang, tapi kali ini ditambah dengan bau ikan asin menyengat hidung. Dan saya tambah terpana lagi saat menemukan kios kain-kainan dengan harga yang patut diberi tepuk tangan; murah rah rah!!
Kalau selama ini saya berpendapat, Pasar Baru adalah gudang segala kemurahan perkainan brokat.. statement itu akan langsung saya tarik kembali dengan kunjungan saya ke Pasar Inpres Senen. Memang sih, di Pasar Senen, kain brokat Perancis yang tersohor itu sudah pasti tidak eksis; tapi.. kalau untuk kain brokat lain yang dijual per baju dengan kualitas lumayan bagus.. pasti ada! Perbandingan harga di Pasar Senen dan Pasar Baru untuk jenis bahan serupa, bedanya bisa mencapai Rp 100,000-Rp 150,000. Lumayan banget kan? Apalagi kalau di pesta Batak, semua pihak terkait musti dan "sebaiknya" diberi seragam kain brokat, uang Rp 100,000 per baju bisa dihemat, itu udah sangat membantu pemangkasan pengeluaran.
Mama sudah punya kenalan (yang kebetulan sekampung dengan Papa dan adalah keluarga jauh dengan keluarga di Siantar.. jreng jreng.. world is indeed so small!), jadi sudah tahu kira-kira mana yang bisa murah dan punya stok dengan kain-kain berkualitas bagus. Saya sih seneng ngeliat brokat-brokat terpajang dengan warna-warni dan penuh motif, ditambah lagi harganya yang bersahabat.. malah tidak sabar untuk kapan-kapan menyambangi lagi toko Yemima Songket untuk belanja kain brokat bi-colors-nya. Sesuai nama, Yemima Songket tentunya juga menyediakan kain-kain songket dalam berbagai macam warna.. sayangnya warna yang saya cari tidak ada.
Alhasil, saya berpindah ke toko lain yang nampaknya juga cukup tersohor di Senen dan Tanah Abang, Boru Ulos. Di Boru Ulos, pilihan warna songketnya lebih beragam, dari yang harga di bawah satu juta rupiah (songket mesin) sampai yang mahal (handmade berbenang emas). Di sini jugalah akhirnya saya menemukan sortali.. Setelah mikir beberapa kali, nampaknya menyewa sortali emas ataupun membeli sortali emas, agak berlebihan dan kurang masuk akal; soalnya harga sewa aja bisa Rp 3,000,000.. pun orang yang menyewakan sortali bakal nungguin si sortalinya di sepanjang pesta, untuk jaga-jaga nggak dibawa kabur (agak bikin males). Makanya diputuskan untuk membeli sortali kuningan, paket hemat aja dan toh tidak mengurangi esensinya. Hasil tawar menawar, sortali di Boru Ulos harganya Rp 200,000 (sepasang sortali plus topi untuk pengantin laki-laki), good deal ain't it? ;)
Sayangnya, di Pasar Inpres Senen nggak ada yang jualan songket meteran untuk nona-nona penerima tamu yang manis-manis.. Jadi, saya musti berbelok ke Thamrin City untuk berburu kain songket meteran yang cantik. And surprisingly, sangat mudah menemukan songket yang bagus dan cocok dengan kantong, dan tentu saja itu semua berkat kepiawaian mama dalam hal tawar-menawar! Ibu-ibu rocks! Di toko Tenun Jaya, banyak songket Palembang atau tenun Lampung, tenun India, dan tenun Bali yang bagus-bagus. Warnanya juga banyak dan bisa dipilih sesuai selera. Kalau mau rok tenun harganya Rp 175,000 saja, sedangkan untuk kain tenun mesin (ada yang pake selendang dan ada yang tidak), saya berhasil nawar Rp 80,000 per kainnya :)
Kontak:
Toko Yemima Songket (Mama Yonas)
Pasar Inpres Senen
Blok VI Los B No. 306, 307, 309
Jakarta Pusat
(08128897147)
Toko Boru Ulos
08157798889
Tenun Jaya (Nazarudin)
Thamrin City Lantai 1 Blok A 8a No.1
Tanah Abang, Jakarta Pusat
(087775860011)
Happy hunting, ladies!
Belum afdol jadi orang Batak kalau belum menyambangi Pasar Inpres Senen, di dalam pasar, terjadi "perkawinan" penjualan antara ikan asin, ikan rebus, ikan teri, kain ulos, kain songket, Alkitab, Kidung Jemaat, Buku Ende, dan juga lagu-lagu rohani. Saya cukup terpana masuk ke dalam pasar yang selalu khas dengan suasana gelap remang, tapi kali ini ditambah dengan bau ikan asin menyengat hidung. Dan saya tambah terpana lagi saat menemukan kios kain-kainan dengan harga yang patut diberi tepuk tangan; murah rah rah!!
Kalau selama ini saya berpendapat, Pasar Baru adalah gudang segala kemurahan perkainan brokat.. statement itu akan langsung saya tarik kembali dengan kunjungan saya ke Pasar Inpres Senen. Memang sih, di Pasar Senen, kain brokat Perancis yang tersohor itu sudah pasti tidak eksis; tapi.. kalau untuk kain brokat lain yang dijual per baju dengan kualitas lumayan bagus.. pasti ada! Perbandingan harga di Pasar Senen dan Pasar Baru untuk jenis bahan serupa, bedanya bisa mencapai Rp 100,000-Rp 150,000. Lumayan banget kan? Apalagi kalau di pesta Batak, semua pihak terkait musti dan "sebaiknya" diberi seragam kain brokat, uang Rp 100,000 per baju bisa dihemat, itu udah sangat membantu pemangkasan pengeluaran.
Mama sudah punya kenalan (yang kebetulan sekampung dengan Papa dan adalah keluarga jauh dengan keluarga di Siantar.. jreng jreng.. world is indeed so small!), jadi sudah tahu kira-kira mana yang bisa murah dan punya stok dengan kain-kain berkualitas bagus. Saya sih seneng ngeliat brokat-brokat terpajang dengan warna-warni dan penuh motif, ditambah lagi harganya yang bersahabat.. malah tidak sabar untuk kapan-kapan menyambangi lagi toko Yemima Songket untuk belanja kain brokat bi-colors-nya. Sesuai nama, Yemima Songket tentunya juga menyediakan kain-kain songket dalam berbagai macam warna.. sayangnya warna yang saya cari tidak ada.
| Songket-songket yang ada di Toko Yemima Songket |
| Songket tenun tangan |
| Beberapa songket Lampung yang ada di Toko Tenun Jaya |
Toko Yemima Songket (Mama Yonas)
Pasar Inpres Senen
Blok VI Los B No. 306, 307, 309
Jakarta Pusat
(08128897147)
Toko Boru Ulos
08157798889
Tenun Jaya (Nazarudin)
Thamrin City Lantai 1 Blok A 8a No.1
Tanah Abang, Jakarta Pusat
(087775860011)
Happy hunting, ladies!
xoxo,
n/y
talking about woven..
----- I deleted a few lines I just typed, and I have no idea why I am telling you this! -----
Being a Bataknese means wearing a songket in most of the traditional events - not a fan of songket, though. I know that it's important for the parents to wear songket in this big occasion (their children's wedding day), so it's un-debatable to choose one and wear it on the D-day. I am no expert in choosing songket, since for me it feels more "old people" textile.. so I will let them choose for me (finger-crossed, they would choose less gold thread for me - which I already doubt it from the first second I said it).
I proposed to wear non-songket for the engagement ceremony (martumpol - in Bataknese) and for the reception. My mother agreed for the engagement, but still disagree for me not wearing songket in reception. I will give my best reason for not wearing a songket in reception.. let's see how it goes. And yes, I'm that stubborn.
Furthermore, Yos' mom has given me a songket (limasan from Palembang) and a troso woven silk (from Jepara) for the engagement.
Songket (Limasan)
Troso woven
Surprisingly, I kinda like the songket limasan. Like I said before.. I don't like a lot of gold thread in a songket --- limasan has much less of gold thread which exposed the beauty of the textile's pattern itself.
And the troso woven is just so pretty! Grey silvery color, with the simplicity of the appearance. Yos said he likes the troso (--- well, you know.. we're fans of dark colors), and I do so. It's not so busy being the center of attention, it has the beauty of humble pattern and character. Sorry, I'm not so good in describing these.
I will look at these two pretty things more closely, while considering the color of my kebaya later. :)
One more thing is almost settle.. and the third month of the year 2014 is coming soon. Oh, time flies!
xoxo,
n/y