belajar realistis.

Hello! It's been weeks. Nggak berasa udah memasuki bulan puasa, dan udah mau masuk ke bulan ke-7. Cepet ya.. Saya nggak berasa panik sih sebenernya, justru mamaku yang bolak balik ngomong "ini udah bulan ke-X loh.. udah deket loh.." Panik pisan kayanya si mamah.

Jadi, untuk menuntaskan hal-hal yang masih menggantung di angkasa raya, kemarin Yos dan saya pulang ke ibukota untuk mengurus ini dan itu, yang kalo disimpulkan sih sebenernya lancar jaya (kecuali jalanan Jakarta yang masih crappy seperti biasa). Jadwal saya selama tiga hari di Jakarta cukup terdengar optimis realistis (yak.. opo iki? haha..), antara lain: ketemuan dekor (Every Decor dan Janur Kuning), ketemuan orang undangan (Amadea Art), ke tempat dekor acara adat, cari jas untuk Yos dan kebaya seragam di Pasar Baru, cari cincin nikah, ke Sanggar Liza, dan fitting baju (Mas Agus). Dan dalam pelaksanaan, hanya dua agenda yang nggak berhasil terpenuhi, yakni: cari cincin dan ketemu orang dekor acara adat.

Di trip pulang kali ini, saya belajar untuk lebih realistis sih.. kebetulan kemarin baca satu blog tentang persiapan pernikahan (maafkan, saya lupa linknya apa), dia kasih tips yang berguna banget. Nah jadi relevansinya tips itu dengan persiapan saya begini..
Dari awal kan sebenernya Yos dan saya udah punya konsep untuk dekorasi untuk acara resepsi dan sangat optimis untuk mewujudkannya sesuai tema. Kami pikir tema kami yang nggak fancy sama sekali, bakalan bisa menekan budget.. dan ternyata salah besar. Yang laku di pasaran sekarang adalah tema modern-fancy-vintage-minimalis, jadi untuk tema kami yang tergolong "Indonesia jadul", langsung dikategorikan tema customized yang properti-propertinya musti bikin baru (karena nggak ada stok properti yang sesuai tema kami di gudang).. yang artinya harganya langsung melonjak naik. Berdasarkan quotation dari beberapa vendor, untuk tema original kami, praktis harga memang melonjak sebesar 15-25juta. Nah, kalo ngeliat lagi alokasi budget; harga dekor bertema orginal kami yang jadi amat sangat mahal, tentunya itu mencekik leher banget. Dan kalo dipertanyakan ulang, "seberapa penting sih dekorasi di resepsi?", pasti otak bakal langsung tercerahkan dan bisa langsung jawab "not that important and not worth it for a 2-hour event". Yah tapi bakal beda sih kalo kamu punya unlimited budget, hehe.. Jadi, realistisnya, kami langsung putar arah dan memutuskan milih aja tema yang udah banyak dipake saat ini, tinggal dimodifikasi aja di sana sini supaya match dengan tema warna yang kami mau. Realistis dan nggak dreamy. Kata Yos, "udah nggak pa pa, kita go with the flow aja..", kata-kata yang cukup bikin tenang :)
We're gonna save that 20 millions rupiahs for the life after the wedding!

Saya mau ceritain tentang ketemuan sama Every Decor dan Janur Kuning kemarin.. CP keduanya sama-sama asik dan sabar menghadapi kami berdua yang rada plonga-plongo ngomongin dekorasi (yang notabene sangat perintilan, dan sungguh nggak kebayang kalo nggak disketsa dulu). Ada pro dan kontra-nya untuk kedua vendor ini.. Oh ya, please be noted, harga keduanya sama persis sis siss sisss..

Every Decoration:
Pros: 
- Saat ketemuan, nampaknya sih orangnya lebih praktis.. dan kalau mau nego bisa langsung ke CP-nya, yaitu Mbak Djuju. Mbak Djuju bisa langsung kasih keputusan, apa saja item yang bisa diskon dan bisa ditambahin sebagai bonus;
- Filingnya rapih dan terorganisir (ini saya udah kaya ISO consultant yang lagi mereview aja, haha), jadi gampang milih-milih item-item dekorasinya;
- Harganya fixed dari sejak pertama kasih quotation ke saya, nggak berubah-ubah sama sekali. Considered as tetap teguh berpendirian (p.s.: saya mulai ngelantur);
- Udah termasuk dekorasi pergola di area penerima tamu.

Cons:
- Saya sempet nanyain photobooth, lalu mbak Djuju langsung bilang kalo dekorasi photobooth itu additional item, dan harganya IDR 3,000,000;
- Dikasih bonusnya cuma hand bouqette;
- Nggak ada sketsa visualisasi.. katanya sih sketsa cuma bakal dikasih kalo harganya di atas IDR 100,000,000.

Janur Kuning:
Pros:
- Mas Harlie juga orangnya asyik, dia malah cincay banget kalo masalah additional item. As per his statement, "selama barangnya ada di gudang, atau permintaan mbak dan mas bisa dibikin pake styrofoam, saya bisa kasih bonus!". Horray!
- Bonusnya banyak. So far, Janur Kuning udah kasih beberapa item, antara lain: hand bouquet, janur kuning plus print nama untuk di pintu masuk gedung, dekorasi photobooth dan mini gallery;
- Dikasih sketsa visualisasi;
- Ada item decor-nya yang aku suka banget.

Cons:
- Kalo mau nawar harga dan additional customized items, nggak bisa sama Mas Harlie langsung. Harus tanya ke bos dulu;
- Filing item-item dekorasinya nggak ada, jadi belum kebayang gimana cara milihnya nanti;
- Nggak ada dekorasi pergola di area penerima tamu, cuma dikasi dekorasi backdrop.

Kalau dari hasil ngobrol dan diskusi sama Yos, penawaran Janur Kuning terlihat lebih menggiurkan karena ada free photobooth decoration. Saya udah deal sama photographer dan dapet photobooth.. tapi kalo disuruh nambah 3juta untuk dekornya sih saya bakal mikir dua kali ya..

Kira-kira, inilah hasil putar arah kami..


Yang paling dekat dengan tema original kami adalah.. gebyok Jawa. Emang sih mau digimanain juga, nggak bakal puas kalo tolok ukurnya masih tema original, huhu.. Musti pinter-pinter cari alternatif main-main dan mix-&-match dengan elemen lain seperti kain-kainan dan styrofoam untuk melunturkan "ke-Jawa-an" gebyok.. 

Jadi, sementara masih pending dulu pemilihan vendor dekorasi - walaupun Mas Harlie udah mengingatkan bahwasanya waktu dalam hitungan bulan itu cepat berlalu, jadi mendingan segera DP ke Janur Kuning :)) - sementara ngurusin sketsa-sketsaan buat undangan dan souvenir.. sambil desain buat undangan Marhusip dan Martumpol (it's Bataknese thingy.. intinya sih rangkaian acara sebelum acara pemberkatan gitu, semacam tunangan dan sejenisnya kali yaa..).

Saya bakal share di postingan selanjutnya tentang Sanggar Liza dan Liza Photography ya..

xoxo,
n/y

No comments

Leave a Reply